Pembangunan

Pembangunan Program Optimasi Lahan Non Rawa Kelompok Tani “Sinar  Tani 1”, Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

News Lidik, Garut – Upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian terus digencarkan melalui berbagai program strategis. Salah satunya adalah Program Pembangunan Optimasi Lahan Non Rawa, yang berfokus pada penataan sistem pengairan irigasi pesawahan agar hasil panen petani semakin optimal.

Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan ini berada di Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut. Pekerjaan pembangunan irigasi dilakukan mulai dari Kampung Cikokong RT 03/RW 01 hingga Kampung Biru RT 01/RW 04, serta di sepanjang saluran Leuwi Paranje dengan total panjang mencapai tiga kilometer.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan ini bersumber dari dana APBN TP/TA 2025 dengan total anggaran sebesar Rp.115.000.000. Adapun pelaksana kegiatan berasal dari Kelompok Tani “Sinar Tani 1” sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam mengelola pembangunan di lapangan.

Menariknya, semangat gotong royong masyarakat turut menjadi bagian penting dari keberhasilan kegiatan ini. Warga penerima manfaat bahkan memberikan sumbangan swadaya sepanjang 281 meter untuk membantu penyelesaian saluran irigasi. Tak hanya itu, antusiasme warga juga terlihat dari inisiatif menyediakan konsumsi bagi para pekerja selama 20 hari penuh.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Warga begitu antusias membantu, bahkan tanpa diminta. Ini menunjukkan bahwa program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Amas Nurjaman, Ketua Kelompok Tani Sinar Tani 1, saat ditemui di lokasi kegiatan, Rabu (8/10/2025).

Sementara itu, Kepala Desa Bojong, Jalaludin, S.H., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat dan Dinas Pertanian Kabupaten Garut atas dukungannya terhadap program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar proyek fisik, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi para petani.

“Kegiatan optimasi lahan ini bukan hanya untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Jalaludin.

Dengan adanya pembangunan irigasi ini, diharapkan lahan pertanian di Desa Bojong dapat lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh sukses sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat dalam mewujudkan pertanian yang maju dan mandiri. Editor: Hemalia (Susanti/NL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *